Bangkalan, jtvmaduranews.com – Dengan memakai kerudung warna merah hati khas Madura yang dililitkan diatas kepala mirip memakai surban namun kedua ujung kerudung tersebut dibiarkan teruntai di dua sisi, tampilan busana ibu-ibu cantik Forpimda Kabupaten Bangkalan tampak berbeda dari biasanya namun elegan dipandang.

Cara memakai kerudung yang ditunjukkan ibu-ibu cantik Forpimda Kabupaten Bangkalan, pada malam pagelaran tera’ bulan yang digelar di depan Pendopo Bupati Bangkalan tadi malam merupakan tata cara busana yang lazim dilakukan oleh ibu-ibu jaman dulu di Bangkalan kalau mau pergi kondangan, kepasar, ke sawah ataupun di rumah.

“Tema abheli one sendiri mengandung makna kembali ke bangkalan yang sebenarnya tidak hanya adat busana masyarakat Bangkalan pada jaman dulu,” kata Nyai Zainab Zuraidah yang merupakan ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan

Hal ini juga dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan tema yang diusung pada malam pagelaran tera’ bulan yaitu Bangkalan abheli oneh yang artinya kembali ke Bangkalan yang sebenarnya baik itu cara berpakaian, tata krama, tradisi, adat istiadat yang saat ini sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat Bangkalan sendiri.

“Mengantarkan sesuatu biasanya makanan ke sanak saudara atau tetangga yang biasanya dilakukan pada bulan tertentu seperti bulan maulud, bulan muharram,” tambahnya

Pagelaran tera’ bulan atau perayaan terangnya bulan yang mana bulan Nopember 2019 ini jatuh di malam ke 15 sebagai salah satu wadah bagi para insan seni dan insan budaya di Bangkalan untuk menampilkan berbagai hasil kreatifitas mereka baik berupa lukisan, tari, musik dan sebagainya agar geliat seni dan budaya di Bangkalan dapat tumbuh dan berkembang.

“Biasanya dikenal dengan makanan khasnya tajhin peddhis dan bulan lainnya, sebagai salah satu budaya Bangkalan yang harus kita lestarikan dan kita kenalkan kepada masyarakat luar Bangkalan,” imbuhnya. (sahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here