SAMPANG, jtvmaduranews.com- Belakangan ini viral sebuah video memperlihatkan sosok emak-emak penjual buah ngamuk ke petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Momen penjual buah omeli petugas PPKM Darurat itu terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Emak-emak itu diduga marah lantaran warung miliknya akan di tutup saat operasi penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Petugas tampaknya terus memberikan pemahaman kepada pedagang tersebut, sedangkan petugas yang lain hanya terdiam tak berkutik mendengarkan omelan tersebut. Kemudian video yang direkam oleh warga setempat ini menjadi viral di media sosial.

Diketahui bahwa pemilik toko yakni Siti Aisyah warga Krampon Torjun, Sampang. Siti Aisyah mengungkapkan jika tokonya diminta petugas PPKM Darurat untuk ditutup mulai pukul 08.00 WIB malam hingga pagi hari. Namun, ia menolak dengan alasan daganganya akan membusuk, sehingga dipastikan akan merugi dan tidak bisa membiayai kebutuhan 5 anaknya.

“toko saya ini mau ditutup sampai tangal 20 Juli 2021, saya tidak mau, soalnya jualan saya banyak nanti buah ini bisa busuk dan tidak laku,” katanya Siti Aisyah saat ditemui di tokonya, Kamis (15/07/2021).

Aisyah juga mengatakan jika tokonya ditutup terancam dirinya dan keluarganya tidak bisa makan.

“kalau ditutup saya rugi nantinya, trus siapa yang akan memberikan belaja saya dan anak saya,” tegasnya.

Ia juga menuturkan akan menutup jika pemerintah dapat mengganti daganganya dan membantu kebutuhan sehari-hari selama PPKM Darurat.

”Kalau perharinya diganti nggak apa-apa kalau mau ditutup,” pungkasnya. (Muh/San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here