Sampang, jtvmaduranews.com – Tidak terima anaknya di keroyok dan dibiarkan oleh pihak sekolah, orang tua korban lapor ke Mapolres Sampang, pasaalnya korban di keroyok oleh 10 orang sehingga mengakibatkan wajah dan badan korban lebam.
Dugaan pengeroyokan terhadap siswa sekolah menengah pertama di salah satu yayasan pendidikan di Kabupaten Sampang berujung lapor ke polisi setempat. korban diduga di keroyok oleh 10 orang dalam kamar asrama, akibatnya kelopak mata korban bengkak dan lebam.
Dari keterangan korban maa terjadinya pengeroyokan tersebut berawal dari rebutan dasi pada waktu jam istirahat tidak selesai disitu pelaku dan temanya mendatangi kamar korban dan langsung mengeroyok korban.
Tidak terima dengan tindakan kekerasan yang terjadi pada anaknya, pihak keluarga korban melapor ke Polres Sampang untuk ditindak.
“Ada indikasi pembiaran pengeroyokan terhadap anak saya, oleh karena itu saya melapor kepolisi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi,” kata Novita Febriyanti , Ibu Korban
Menanggapi hal itu pihak yayasan Masheri membantah adanya pengeroyokan namun ia membenarkan adanya perkelahian di kamar asrama.
“Saya tidak keberatan atas laporan yang di lakukan pihak keluarga, meskipun di anggap lalai namun secara pribadi saya meminta maaf jika atas kejadian tersebut di anggap salah,” kata Masheri, Kepala Sekolah. (muhdor)









