Rosy Abdillah: jmnc
Sampang – Puluhan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Sampang, melakukan aksi turun jalan di depan kantor DPRD setempat. Aksi itu, menolak kebijakan pemerintah program sekolah lima hari atau di sebut full day scools
Aksi penolakan kebijakan pemerintah pusat progam full day scools ini, mahasiswa meminta pemerintah daerah setempat khususnya kepada DPRD Sampang, menolak penerapan program tersebut. Selain itu, dalam aksi itu, mahasiswa juga meminta anggota DPRD Sampang menandatangani surat penolakan tersebut.
Menurut Lukman Hakim, jika penerapan itu akan tetap dilaksanakan, maka, akan berdampak besar bagi siswa maupun guru. Sebab hal itu merusak mental siswa dalam proses full mengajar. Selain itu juga, guru pengar akan terbebani dan mengurangi tanggung jawab keluarga. Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus tegas dan mengawal dinas pendidikan untuk tidak menerapkan full day schooll di seluruh sekolah kabupaten Sampang.
Sementara ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah mengatakan, pihaknya akan mendorong Pemkab Sampang tidak mengikuti program full day school tersebut. Selain itu, pihaknya juga menolak atas progam yang dilaksanakan pemerintah pusat dan juga akan melakukan surat pernyataan terhadap Presiden Jokowi Dodo secara langsung.
Dalam aksi tersebut, puluhan massa PMII terus melakukan aksinya secara tertib dan dilanjutkannya aksi tersebut ke kantor Pemkab Sampang.









