Surabaya, jtvmaduranews.com – Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur mendorong pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan formulasi dalam meningkatkan nilai tambah tanaman tembakau sehingga komuditas unggulan ini dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa mengatakan, bahwa produk tembakau Jawa Timur bisa diolah menjadi berbagai macam produk turunan selain rokok, diantaranya adalah menjadi bahan baku produk farmasi maupun produk kosmetik.

“Ekstraksi tembakau ini juga bisa menghasilkan nikotin cair yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan cairan vape atau rokok elektrik yang lagi tren saat ini,”ungkap Aliyadi, Selasa (21/07/2020)

Politisi PKB Jawa Timur itu meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur untuk segera melakukan kajian proses ekstrasi tembakau.

Aliyadi menilai, diversifikasi melalui ekstraksi tembakau itu merupakan bagian dari pengembangan peningkatan pemanfaatan tanaman tembakau di Jawa Timur. Hal ini  menjadi bagian alternatif untuk membantu petani tembakau memberikan nilai tambah bagi hasil panennya.

Sehingga tidak hanya daun tembakau yang bisa dimanfaatkan melainkan batang tembakau juga bisa dimanfaatkan karena juga memiliki kandungan nikotin.

“Dengan begitu tidak ada limbah yang terbuang dan bisa menjadi uang untuk petani,” ujarnya

Namun Alyadi menyadari, dalam melakukan diversifikasi tembakau tersebut membutuhkan perjalanan panjang. Selain perlunya kajian dan penelitian dan  kesiapan industri.

Kendati demikian, tidak ada salahnya untuk mencoba untuk melakukan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu,  Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Hendratmojo Bagus Hundororo mengatakan, ektrasi tembakau masih terbatas di laboratorium dan belum mencapai skala industri. Untuk mencapai itu, memerlukan kajian yang matang terhadap proses ektrasi tembakau  dan termasuk kajian ekonomisnya untuk mendatangkan investor.

“Bahan baku untuk ekstraksi tembakau melimpah di Indonesia dan memiliki potensi besar. Sayangnya, saat ini upaya ekstraksi tambahan masih terbatas di laboratorium belum mencapai skala industri,” katanya. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here