Sampang, jtvmaduranews.com – Menjadi salah satu dari 24 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang rawan kekeringan tidak membuat Pemerintah Kabupaten Sampang mengambil langkah pasti untuk mengantisipasi krisis air bersih yang setiap tahun di alami masyarakat Sampang. adanya aset sumber air terbesar yang terletak di Desa Batuporo Barat ini, tidak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten Sampang.
Akibatnya masyarakat setempat tidak bisa menikmati sumber air bersih yang selama puluhan tahu ada di kabupaten Sampang. pasalnya sumber air tersebut mampu mengatasi masalah masyarakat setempat saat dilanda krisis air bersih, terbukti dengan banyaknya masyarakat dari desa lain yang memanfaatkan sumber air ini meski dengan menempuh perjalanan jauh.
“Keberadaan sumber mata air ini sudah ada sejak tahun 80 an, namun tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah, sehingga sumber air bersih ini, tidak bisa di nikmati oleh masyarakat luas”. Kata Jakfar Sodik , Warga Desa Batu Poro Barat.
“Pemerintah Kabupaten Sampang harus betul-betul hadir dan memperhatikan aset sumber air bersih tersebut serta mengelola dengan baik agar krisis air bersih yang setiap tahun di alami masyarakat sampang dapat berkurang tentunya dengan adanya aset sumber air ini”. Kata Alan Kaisan, Anggota DPRD Kabupaten Sampang
selain itu, Alan Kaisan mengatakan wilayah kecamatan kedungdung dan robatal diakuinya merupakan wilayah krisis air bersih saat musim kemarau, oleh karena itu selain sumber mata air di desa pangelen, keberadaan sumber mata air ini akan menjadi sebuah harapan masyarakat setempat terlebih di wilayah Kecamatan Kedungdung dan sekitarnya. (muhdor)









