Sumenep, jtvmaduranews.com Ketidakjelasan koalisi dan rekomendasi DPC Partai PPP dalam ajang Pilkada 2020, Dikabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih dinilai abu-abu, lantaran surat rekomendasi penentuan bakal calon dan bakal wakil calon bupati yang akan diusung pilkada mendatang masih menunggu rekomendasi DPP Partai PPP.

Sedangkan dua partai besar PDI dan PKB, sudah mulai tampil dengan calon dan wakil bupati yang direkomendasi, namun langkah DPC PPP dalam pilkada mendatang masih belum diketahui pasti, mungkinkah  partai PPP akan berkoalisi dengan partai yang senada, yakni PKB, yang masanya sama dari kalangan Nahdliyin.

Ahmad Salim | Ketua Desk Pilkada, DPC Partai PPP, di saat ditanya sebelum suasasna pandemi Covid-19,pihaknya berharap PPP bisa berkoalisi dengan partai yang senada, seperti PKB yang sama partai hijau dan basis massanya sama dari kalangan NU.

“PPP tidak bisa berangkat sendirian harus tetap berkoalisi,” kata Ketua Desk Pilkada DPC PPP Sumenep.

Sementara, ketua DPC Partai PPP, saat dimintai keterangan perihal kader PPP yakni KH.Ali Fikri yang dapat rekomendasi dari, Partai PKB sebagai calon wakil bupati.

“Rekom tersebut turun kepada individu itu sendiri bukan ke PPP, terkait rekom PPP masih belum turun dari DPP, jadi masih belum ada kepastian PPP akan memberangkatkan calon atau hanya berkoalisi,” kata Kh. Sholahudin A Waris, Ketua DPC Partai PPP Sumenep.

Pihaknya berharap strategi Partai PPP untuk bisa menunjukkan sebagai partai yang kuat harus bisa mencalonkan kadernya sendiri, seperti partai lainya.(wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here