Sumenep, jtvmaduranews.com – Suasana tangis haru, menyelimuti aksi ratusan siswa madrasah ibtidaiyah di pondok pesantren Attaufiqiyah Desa Aengbajaraja Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, saat melakukan aksi membasuh kaki ibunya di momentum hari ibu nasional yang jatuh setiap pada tanggal 22 desember ini.
Dalam kegiatan ini diawali para siswa melakukan sungkem meminta maaf kepada ibunya atas segala kesalahan mereka selama ini, setelah itu dilanjutkan dengan membasuh kaki ibunya, kemudian sang ibu membasuhkan air bekas cucian kakinya dimuka anak-anaknya, setelah itu sang ibu mendoakan agar cita cita anaknya dapat tercapai, rasa haru bercampur tangis haru pun pecah antara anak dan sang ibu.
“Sangat senang dan terharu, di setiap kegiatan momentum hari ibu ini, saya berharap anak saya akan menjadi anak baik dan berakhlak serta berguna bagi agama, bangsa dan negara, lebih-lebih menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua,” kata Wardatul Jannah , orang tua siswa
Juga dibacakan sebuah puisi ibu oleh sastrawan dan budayawan nasional D. Zawari Imron, yang menggambarkan begitu besarnya perjuangan sang ibu yang tidak akan pernah terbayarkan oleh apapun.
“Kegiatan membasuh kaki ibu, agar anak didiknya tidak melupakan jasa-jasa ibunya yang telah berjuang dan membesarkannya, sehingga nantinya menjadi anak yang baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya seperti yang dicontohkan Rosulullah, dalam kesempatan ini,” kata KH Imam Hasyim, pengasuh pondok pesantren Attaufiqiyah
Diharapkan kegiatan memperingati hari ibu, terus dilestarikan pertahunnya, utamanya bagi siswa yang masih anak-anak agar tertanam sejak dini, bagaimana belajar berterima kasih kepada orang tuanya yang telah membesarkan dan mendidiknya sehingga menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dengan baik. (wildan)









