Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam front aksi mahasiswa sumenep (Fams) kemarin siang sekitar pukul 13.00 (09/06) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati setempat. Mereka menuntut direktur PT. Wira Usaha Sumekar (WUS) badan usaha milik daerah (BUMD) Sumenep dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal. Selain itu para mahasiswa juga meminta bupati untuk bertanggung jawab atas kinerja direktur PT. WUS, pasalnya selama beberapa tahun kepemimpinan Sitrul PT. WUS tidak menyetor deviden kepada penghasilan asli daerah (PAD).
Aksi yang dipimpin oleh Hamzi ini langsung ditemui Direktur PT. WUS dan Sekda Kabupaten Sumenep Sitrul Arsy dan Hadi Sutarto. Dalam dialognya, direktur PT. WUS dan sekda Sumenep membantah jika tidak menyetorkan PAD ke Pemkab Sumenep karena setiap tahun PAD yang disetorkan 4% dari modal sebesar 1,1 milliyar rupiah. Usai berdialog dengan direktur PT. WUS dan sekda Sumenep, para mahasiswa langsung membubarkan diri. Namun mereka berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar lagi jika PT. WUS tidak menyetorkan PAD. (Syaiful Anwar dan Roni Hartono)









