Sumenep – Ratusan santri bersama warga di Desa Brakas, Kecamatan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep menggelar doa bersama guna mendoakan korban Kapal Jabar Nur atau Mutiara Indah yang karam di antara selat Madura dan Bali, hingga saat ini korban ditemukan 28 orang dari total 51 penumpang dan hingga saat ini pencarian terus dilakukan untuk mencari korban yang masih belum ditemukan.
Dalam doa bersama tersebut salah satu santri putri menangis histeris sebab orang tua serta kerabatnya juga menjadi korban perahu yang tenggelam itu dan masih belum ditemuka.
Para santri dan warga yang dirundung duka tersebut mendapat dukungan semangat menghadapi takdir yang menimpa sanak keluarganya oleh KH. Marwi pengasuh Ponpes Kasfuduja Brakas Raas.
Sementara menurut Zainul Mujib salah satu warga mengatakan hingga saat ini pencarian korban kapal karam tersebut terus dilakukan baik dari aparat kepolisian Polair, Basarnas maupun para Nelayan, mereka menyisir sejumlah lokasi ditemukannya para koraban di wilayah perairan sekitar Pulau Raas.
Dan hingga saat ini korban kapal karam tersebut yang telah ditemukan berjumlah 28 orang, 17 diantaranya meninggal dunia termasuk anak-anak, dan 11 selamat dari 51 penumpang. Sementara pengantin mempelai lelaki atas nama Ahmad hingga saat ini masih juga belum ditemukan. (Syaiful Anwar)








