Warga di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep sore tadi menggelar Upacara Nyadhar atau nadar yang diadakan setiap usai masa panen.
Upacara tersebut dilakukan di Asta atau pasarean Pangeran Anggosuto di Desa Kebun Dadab Timur Kecamatan Saronggi, selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa dan mengenang Pangeran Anggosuto yang merupakan penemu garam pertama kali di Pulau Madura.
Konon di pulau terapung Pinggir Papas, Pangeran Anggosuto memulai kehidupannya dan menemukan butiran kristal dari air laut yang telah dibiarkannya berminggu-minggu.
Kemudian butiran kristal yang disebut garam itu diolah menjadi sumber penghidupan bagi warga setempat, sehingga berdirinya tambak-tambak garam di Madura.
Waktu pun terus bergulir tradisi pembuatan garam rakyat terus dilakukan turun-temurun oleh warga setempat, alhasil ratusan kilogram garam setiap hari diproduksi para petani dan garam merupakan mata pencaharian warga Pinggir Papas hingga saat ini.
Moh. Rifai salah seorang petani garam mengatakan, tak ayal setiap saat upacara adat nyadar atau nadar digelar masyarakat berebutan masuk ke dalam asta untuk mencari berkah.
Hal itu terjadi karena pintu masuk Asta Pangeran Anggosuto hanya dibuka setiap upacara adat tersebut.
Seusai ziarah dan pembacaan doa, para peziarah bersama-sama menyantap makanan sehingga lengkaplah sudah warga Pinggir Papas menumpahkan kerinduan dan mengucap syukur kepada tuhan yang telah memberi inspirasi kepada Pangeran Anggosuto untuk membuka sumber kehidupan bagi warga setempat. (Roni Hartono)








