Sumenep, jtvmaduranews.com – Pandemi Covid 19 saat ini membuat siswa – siswi sekolah dasar harus belajar dari rumah, dengan adanya kebijakan proses belajar mengajar dilakukan dari rumah, guru dan siswa diminta untuk memanfaatkan teknologi, salah satu diantaranya yakni dengan mengirimkan materi secara online.
Namun hal tersebut tak mudah dilakukan oleh Avan, pasalnya masih banyak murid di tempatnya mengajar yang tak memiliki saran pembelajaran dari rumah, seperti laptop hingga smartphone, bahkan jaringan internet di desa tempat Ia mengajar sangat susah.
Karena tak ingin membebani wali murid dengan membelikan sarana belajar dari rumah, pria yang berusia 39 tahun itu memilih untuk menyambangi satu persatu rumah muridnya, dengan tujuan ia tetap bisa memandu para murid saat belajar dari rumah. hal ini iya lakukan setiap hari semenjak Pemerintah memperpanjang waktu proses pembelajaran dari rumah.
Avan, guru sdn 3 Batu Putih Laok, merasa khawatir dengan diperpanjangnya waktu belajar dari rumah. kemudian pihaknya pun menelfon wali murid sambil menanyakan proses belajar siswa dari rumah,
“Namun karena beberapa wali murid tidak mempunyai sarana yang memadai untuk melakukan proses pembelajaran dari rumah, sehingga sya pun harus berkeliling menyambangi rumah masing – masing siswa,” kata Avan.
Sementara salah seorang siswa, Rahman, mengaku, memang setiap hari pak Avan datang kerumahnya, untuk memantau proses pembelajaran yang dilakukan dari rumah selama pandemi covid 19 ini,
“Cukup senang, karena meskipun tak memiliki sarana pembelajaran dari rumah, saya masih bisa belajar dengan cara dikunjungi oleh guru,” kata Rahman, salah seorang siswa.
Dalam kondisi, wabah Covid-19 ini, pihaknya berpesan mungkin cara ini juga bisa diterapkan para guru-guru diwilayah lainnya, sebab pihaknya mengkhawatirkan jika selama liburan para siswa tidak di perhatikan waktu belajarnya.(wildan)









