PAMEKASAN, jtvmaduranews.com – Rumah Sakit Umum Daerah Slamet Martodirdjo Pamekasan mencatat dalam kurun waktu satu bulan terakhir setidaknya 6 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur gugur saat melawan pandemi Covid-19.
Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengatakan dalam satu bulan terakhir diperkirakan ada 70 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Diantaranya 6 nakes terdiri dari dokter, perawat dan bidan.
“Satu bulan terakhir ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa dan kematianpun juga mengalami peningkatan di RSUD Slamet Martodirdjo pamekasan,” katanya, Kamis (15/72021).
“Seperti tadi malam ada seorang dokter di RSUD Waru yang di rujuk ke Rumah sakit Moh. Noer Pamekasan. Kemudian si dokter itu tidak kunjung membaik setelah dirawat selama dua hari. Lalu, dirujuk ke rumah sakit surabaya namun tidak ada tempat. Sehingga, akhirnya dirujuk ke RSUD Smart pamekasan, nyampek kesini sekitar 2-3 jam dirawat dokter itu meninggal dunia,” ungkapnya.
Ia menuturkan rata-rata pasien yang di rawat di RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan dalam keadaan sakit berat.
“Seperti kadar oksigennya sangat rendah dibawah 50, ada yang 25, 20 dan sebagainya. Sehingga, setelah dirawat tidak sampai 24 jam meninggal dunia,” terangnya.
Syaiful Hidayat menambahkan agar jangan sampai lengah saat memeriksa pasien Covid-19 dengan tetap memakai APD, memakai masker dan sebagainya, sehingga penyebaran virus covid 19 tidak menular yang menyebabkan banyak nakes meninggal dunia.
“Semangatnya juga jangan kendor dalam menangani COVID-19 dan prokes harus diterapkan secara ketat di tiap fasilitas pelayanan,” pungkasnya. (Han/San)









