Sampang – Tokoh pejuang Madura di Era Indonesia sebelum merdeka yang juga sebagai ulama di Kabupaten Sampang yakni KH. Alawi Muhammad wafat di usia sembilan puluh delapan tahun.
Beliau juga salah satu penggagas jembatan Suramadu serta dikenal konsisten dalam berpolitik bahkan secara tegas mengatakan anti Golkar di Era Presiden Suharto.
Beliau merupakan Pengasuh pondok pesantren (Ponpes) At-Taroqi meninggal di rumah sakit (RS) PHC Surabaya akibat serangan infeksi paru-paru.
Ribuan santri dan warga menyambut kedatangan jenazah almarhum di Desa Karongan Kecamatan Tanggumung, Kabupaten Sampang.
Tokoh ulama yang dilahirkan di kota Malang tahun 1916 ini meninggal sekitar pukul 16:30 Wib di RS PHC Perak Surabaya, jenazah langsung di bawa pulang menuju rumah duka.
Putra almahrhum yakni KH. Faurok Alawi berdakwah secara tulus untuk menyatukan ummat khususnya islam.
Selain itu pula beliau juga memberikan pesan agar warga (ummat islam) kembali kepada pancasila karena menurutnya pancasila merupakan nila-nilai islam yang terkandung di dalamnya.
Beliau juga mengatakan almarhum bapaknya meninggalkan sebelas putranya di usia 98 tahun, “Almarhum dikebumikan di dekat rumah”. (Fathor Rozi)








