Tim Liputan jmnc

Pamekasan – Dalam memperingati Hari Santri Nasional yang ke 3, ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, di wilayah Kabupten Pamekasan mengikuti kirap hari santri tingkat Kabupaten Pamekasan.
Ribuan santri ini melakukan longmarch dari lapangan pendopo Ronggisukowati dan berakhir di alun-alun Arek Lancor Pamekasan yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asyari yang didampingi para pejabat pemerintah kabupaten Pamekasan serta Ketua PCNU Pamekasan.

Lebih kurang dari 75 lembaga pondok pesantren dan lembaga lainnya yang turut serta memeriahkan jalannya kirap santri tersebut.

Uniknya para Polisipun ikut memeriahkan dengan memakai pakaian ala santri, bersurban dan berkopiyah, tidak hanya itu anak kecil yang tergabung dalam lembaga pendidikan tingkat kanak kanak juga memriahkan acara ini dengan teriakan semangatnya ya lal wathon, lagu kebanggaan di hari santri.

Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama kabupaten Pamekasan, KH. Taufiq Hasyim mengatakan, kaum santri adalah pengusir penjajah sebelum ada tni dan polri, itu adalah sejarah yang tidak bisa dipungkiri, sehingga layak diadakan hari santri nasional yang ditetapkan oleh pemerintah, yang jatuh pada tanggal 22 oktober.

Kemudian ia juga menghimbau kepada santri jangan menyerah bahwa peran satri sama di mata negara, santri harap giat belajar dan juga santri lebih berkiprah dalam semua elemen kehidupan baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya ,keagamaan serta aktif berkiprah untuk pembangunan bangsa ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here