Sumenep, jtvmaduranews.com – Guna mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 diwilayah Pondok Pesantresn Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Ikatan Alumni Salafiyah Syafi’Iyah Situbondo wilayah Sumenep, meminta kepada tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, untuk melakukan rapid test massal bagi para santri dan santriwati yang hendak kembali kepondok, dengan total jumlah sebanyak 205 santri yang tersebar pada 20 Kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Dari hasil rapid tes para santri dan santriwati, yang dinyatakan reaktif, sesuai ketentuan santri yang bersangkutan tdak diperkenankan kembali kepondok, dan harus melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari, bagi yang non reaktif bisa langsung berangkat kembali kepondok.
“Kegiatan rapid test ini dilakukan guna memutus matarantai Covid-19 sebab Kabupaten Situbondo lebih awal dinyatakan zona merah ketimbang Kabupaten Sumenep,” kata Mawardi, koordinator santri.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Sumenep, sangat mengapresiasi kebersedian gerakan alumni Salafiyah Syafi’iyah Situbondo wilayah Sumenep yang mewajibkan santri asal Sumenep harus mengikuti rapid tes sebagai prasyarat kemabali kepondok, hal ini juga dapat memutus mata rantai penyebaran ke antar daerah.
“Nantinya dari hasil rapid test pihak tenaga kesehatan langsung memberikan kepada koordinatornya untuk ditindak lanjuti bila ada yang dinyatakan reaktif,” kata Agus Mulyono, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep.
Kegiatan rapid test bagi kalangan santri Salafiyah Syafi’iyah Sukerejo,situbondo, asal sumenep dilakukan di 20 titik puskesmas yang menyebar di setiap puskesmas terdekat dengan tempat tinggalnya para santri itu sendiri, salah satunya di puskesmas batang-batang.(wildan)









