Sumenep – Sidak yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten sumenep, ke gudang bulog, berhasil mendapatkan sedikitnya 45 ton beras bulog berkualitas jelek, dan tak layak di distribusikan. Puluhan beras bulog tersebut terlihat dipenuhi kutu, bahkan sebagian beras hancur seperti tepung.

Berdasarkan laporan dari sejumlah masyarakat, DPRD Sumenep, di pimpin langsung oleh Ketua DPRD, Herman Dali Kusuma, Rabu siang, langsung mendatangi gudang bulog, yang terletak di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep. Sesampainya di lokasi, rombongan DPRD langsung mengecek kondisi beras yang menumpuk di gudang beras raskin tesebut. Hasilnya, DPRD mendapati sedikitnya 45 ton beras raskin yang menumpuk tidak layak dikonsumsi.

Puluhan ton beras bulog untuk warga miskin tersebut ditemukan dipenuhi kutu, bahkan sebagian hancur seperti tepung. Karenanya Ketua DPRD meminta pihak bulog agar menghentikan penditribusian, sebab beras bulog tersebut sudah tidak sehat, khawatir dapat menimbulkan penyakit bila dikonsumsi.

Sementara, Aminullah, Kepala gudang bulog Sumenep, mengatakan, beras yang tidak layak atau berkualiats jelek tersebut, memang sengaja tidak didistribusikan, sebab khawatir mendapat protes dari penerima manfaat. Namun, beras yang jelek tersebut, diselip kembali untuk diambil sisa-sisa yang masih layak, kemudian dikemas lagi ke sak beras bulog.

Aminullah juga mengatakan, sedangkan, beras raskin yang layak saat ini hanya tersisa 4 ton, dan terpaksa ditumpuk dikantor bulog karena tidak mencukupi untuk di distribusikan. Mengingat kebutuhan beras di sumenep setiap bulannya mencapai hingga 1700 ton. (Syaiful Anwar,JMNC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here