Syaiful Anwar : jmnc
Sumenep – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, datangi kantor Pemerintahan Daerah setempat untuk mengevaluasi 9 janji politik Bupati dan Wakil Bupati Sumenep. Mahasiswa menilai bahwa selama ini janji tersebut masih banyak terdapat probel, sehingga belum terselesaikan hingga saat ini.
Mahasiswa memaksa masuk ke halaman Pemda setempat untuk menemui Bupati Sumenep, namun, aksi tersebut mendapat hadangan dari aparat kepolisian selaku penjaga keamanan, sehingga terjadi aksi dorong mendorong, aksi dorong mendorong berhenti setelah perwakilan bupati dan wakil bupati Sumenep, menemui puluhan pendemo.
Salah seorang korlap aksi, mengatakan, dari 9 program bupati dan wakil bupati Sumenep, terdapat dua yang mendapat sorotan, terkait wirausahawan muda yang dinilai gagal total, dan terkait temuan bpk terhadap apbd sebesar 6 miliyar lebih yang masih belum dikembalikan oleh pemerintah setempat.
Pihaknya menyatakan, bahwa di hari jadi kabupaten Sumenep yang ke 748 ini, kabupaten Sumenep sakit parah dengan adanya 9 program janji politik yang di ajukan oleh bupati dan wakil bupati yang tidak maksimal, sehingga atas nama masyarakat Sumenep, pihaknya merasa sangat disakiti.









