Sumenep, jtvmaduranews.com – Dua kelompok warga, di Sumenep, Jawa Timur, terlibat aksi saling serang petasan kembang api di malam suci ramadhan.
belum diketahui pasti motif aksi tersebut, namun pihak kepolisian setempat terus menggelar patroli dilokasi, guna mengantisipasi perang petasan tidak terjadi lagi.
Ironisnya perang petasan tersebut terjadi tidak jauh dari pemukiman warga dan bangunan lainnya yang dapat berakibat terbakar, biasanya aksi tersebut dilakukan menjelang sahur.
Kepala Kepolisian Sektor Kalianget, Iptu Maliyanto Effendi mengatakan, meski belum ada pelaku yang tertangkap, pihaknya akan terus melakukan patroli mengantisipasi adanya perang petasan terjadi lagi, untuk menghindari jatuhnya korban jiwa serta kerusakan fasilitas milik warga.
“Kami melaksanakan razia atau penindakan kepada para remaja Desa Pinggirpapas dan Desa Karanganyar yang diduga setiap malam melakukan main kembang apai saling serang sehingga membahayakan warga sekitar, baik pada diri mereka maupun orang lain,” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengantisipasi adanya perubahan jadwal dan tempat perang petasan, sejumlah personil kepolisian disiagakan dilokasi setiap malam, bahkan koordinasi dengan pihak kepala desa dan warga setempat, sudah dilakukan, untuk mengantongi informasi terkait aksi brutal tersebut, serta mengamankan para pelaku yang tindakannya sudah meresahkan warga. (Wild/San).









