Ismail Hasyim dan Moch Sahid : jmnc
Menyadari begitu pentingnya arti guru, atau pendidik di sekolah madrasah, empat anggota MPR RI yakni Abidin Fikri, Komisi IX DPR RI dari partai PDI-P, Eni Maulani Saragih, Komisi VII DPR RI dari partai Golkar, Zainut Tauhid Sa’Adi, Komisi IV DPR RI dari partai PPP dan Ahmad Nawardi Anggota DPD RI ,melakukan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan, terhadap guru madrasah yang ada di Bangkalan, yang tergabung dalam persatuan guru Nakhdlatul Ulama (Pergunu) Bangkalan.
Hal ini didasarkan kepada kultur budaya masyarakat Madura pada umumnya yang sangat religius, dengan masih banyaknya orang tua yang menitipkan anak anaknya di sekolah sekolah madrasah, ataupun pondok pesantren, sehingga peran guru madrasah ini sangat penting, untuk membentuk karakter siswa, utamanya dalam memfilter paham paham radikal yang akan mengancam kedaulatan NKRI.
Satu persatu anggota MPR RI ini memberikan pemaparan terkait dengan empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika ,UUD 1945 dan NKRI, yang nantinya diharapkan dapat disampaikan kepada anak didiknya, sehingga memperkokoh rasa nasionalisme, dan tidak mudah terprovokasi, dengan paham paham yang akan mengancam kedaulatan NKRI.
Wasil, Ketua Pergunu Bangkalan mengatakan, yang pasti setelah sosialisasi guru guru NU, harus paham betul bahwa empat pilar ini merupakan pondasi untuk bernegara dan berbangsa, sehingga dari guru guru NU inilah, NKRI akan dijaga betul sehingga tidak ada hal hal yang merusak NKRI dan NKRI bagi kami adalah harga mati.
Nawardi Anggota DPD RI mengatakan pergunu ini mempunyai peran yang sangat penting karena Pergunu ini merupakan salah satu organisasi di NU dan NU sendiri salah satu organisasi di negeri ini yang memegang kuat tentang NKRI dan mempunyai komitmen kuat tentang kebangsaan dan mempunyai keyakinan NKRI tidak akan bubar sampai kapanpun sehingga selama masih ada guru guru NU di madrasah madrasah maka NKRI tidak akan pernah bubar dan hanya mimpi yang menyatakan NKRI akan bubar dan kita perkuat Pergunu ini dengan paham paham kebangsaan.
Pergunu sendiri merupakan salah satu badan otonom (Banom) NU yang mana kepengurusan Pergunu Bangkalan baru saja dilantik pada tahun ini, dan diharapkan dapat eksis terus seperti organisasi guru guru lainnya seperti PGRI, dan memberikan sumbangsihnya terhadap kemajuan pendidikan di Bangkalan pada khususnya.









