Sejumlah aktifis pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) cabang Pamekasan menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah pusat yakni Jokowi-JK, aksi tersebut diwarnai kericuhan dengan aparat kepolisian.
Kericuhan bermula saat demostran bermaksut masuk ke halaman kantor bupati Pamekasan, namun lagi-lagi mahasiswa dihadapkan dengan aparat kepolisian yang menghadang aksi mereka sehingga terjadilah aksi saling dorong. Tidak hanya itu, sempat terjadi pula aksi adu jotos antara mahasiswa dan aparat kepolisian. Hal tersebut membuat mahasiswa kesal dan memblokir jalan raya kabupaten sebagai bentuk protes kepada petugas kepolisan yang dinilai telah menghalang-halangi aksi mereka.
Tak puas dengan blokir jalan mahasiswa kembali bergerak masuk ke halaman kantor bupati Pamekasan dengan cara melompat pagar. Setibanya di halaman kantor Pemkab (pemerintah kabupaten) akhirnya Ahmad Syafi’i Yasin Bupati Pamekasan menemui para demostran. Akan tetapi pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan para aktifis PMII tersebut untuk memberikan pernyataan sikap bersama rakyat untuk menolak rencana kenaikan BBM. Sementara muhammad Muhammad Imbron selaku korlap aksi mengaku kecewa dengan sikap bupati yang tidak bisa diajak bekerjasama dengan rakyat menolak rencana kenaikan BBM oleh Jokowi-JK. (Muhammad Zuhri)








