Sumenep, jtvmaduranew.com – Sebut saja, Masjid Laju, kata” Laju”yang merupakan bahasa Madura yang jika diartikan adalah “Lama”, Masjid Laju atau Lama, ini merupakan Masjid tertua dan Masjid  pertama di Kabupaten Sumenep,  Jawa Timur, yang tepatnya di Desa Kepanjin, Masjid yang didirikan oleh, Raden Aryo Pangeran Tamenggung Anggadipa, pada tahun 1626  s,d 1644,  masjid ini konon  lebih tua bangunanya sekitar 100 tahun  dari Masjid Agung Sumenep.

Dalam proses pembangunan Masjid Laju, atau Masjid Lama ini, tidak sama dengan halnya  proses pembangunan  sperti biasa yang menggunakan jasa tukang, dalam riwayat sejarah yang turun temurun, masjid laju atau lama ini, konon dibangun dengan hanya geprakan tangan ke bumi tiga kali lalu berdirilah sebuah masjid dengan sendirinya, berdirinya masjid ini juga merupakan bukti berkembangnya Agama Islam di Kabupaten Ujung Timur Pulau Madura.

Hingga sampai saat ini, masih nampak bangunan dan barang barang peninggalan zaman dahulu yang masih terjaga,  seperti bangunan menara masjid yang dulunya digunakan untuk adzan, keindahan kaligrafi, pesan kuno bertuliskan aksara carakan Madura, dan bentuk masjid tetap dengan keasliannya.

“Dalam sejarah berdirinya masjid ini banyak memang keanehan yang pasti membuat orang heran dan tidak percaya, tapi hal ini mungkin sudah terjawab  sampai saat ini masjid laju menjadi tempat singgah utama ulama-ulama besar dan para habaib yang datang ke Sumenep,” kata R.Hasan Busri ,pengasuh Masjid Laju.

Dalam masjid ini tersimpan wasiat yang jika terjadi hal yang sangat genting, seperti kurangnya biaya dalam merenovasi masjid, para penerusnya di wasiatkan berhak menggali tanah dibawah pilar bagian depan kanan, dalam isi riwayatnya bahwa di bawa pilar tersebut tersimpan sebuah kendi yang besar, sampai saat ini masih belum ada yang mengetahui isi dalam kendi tersebut.(wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here