Sampang, jtvmaduranews.com – Puluhan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan Polres Sampang dengan membawa replika batu nisan yang tertulis Polres Sampang buta dan tuli terhadap Maklumat Kapolri untuk melakukan himbauan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara menghindari kerumunan dan memakai masker.

Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ini, menuntut agar Polres Sampang bertindak tegas terhadap orang yang tidak mematuhi Maklumat yang telah ditetapkan oleh Kapolri yaitu jaga jarak dan memakai masker.

Dalam aksinya mahasiswa melakukan penutupan jalan ruas Kabupaten karena merasa kecewa tidak diperbolehkan masuk menemui kapolres sampang karena mahasiswa membawa replika batu nisan dan bunga mawar hitam kedalam Polres.

Korlap aksi Mausul Maulana mengatakan, filosofi dari bunga mawar hitam yang dibawa tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap Polres yang tidak tegas melakukan himbauan kepada masyarakat yang tidak mematuhi Maklumat Polri.

“Sementara replika batu nisan tersebut sebagai simbol bila Polres tidak tegas maka masyarakat Sampang yang akan menjadi korban,” kata Mausul Maulan.

“Apa yang menjadi aspirasi mahasiswa akan tidak lanjuti bersama Forkopimda agar bisa tersampaikan kepada masyarakat Sampang,” kata Muhammad Lutfi, Wakapolres Sampang.

Usai melakukan aksi tersebut mahasiswa  diperbolehkan masuk kedalam dengan sarat tidak boleh membawa atribut apapun, setelah itu mahasiswa membubarkan diri dengan harapan aspirasi yang telah disampaikan dapat dilakukan oleh pihak berwajib.(muhdor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here