Ismail Hasyim : jmnc

Bangkalan – Lomba renang tradisional yang digelar di aliran sungai Tunjung Kecamatan Burneh ini memang beda dengan lomba renang yang biasa kita lihat. Karena lomba renang tradisional ini diadakan di aliran sungai yang berarus. Sehingga para peserta harus benar-benar mempunyai fisik yang sangat ekstra. Karena selain menempuh jarak yang harus ditempuh, setiap peserta harus melawan arus yang berlawanan. Selain itu pula para peserta tidak memakai pengaman apapun, seperti kacamata, namun hanya memakai celana pendek saja.

Rupanya lomba yang digelar masyarakat ini didengar Menpora Imam Nahrawi, yang kebetulan saja membuka Gowes Nusantara di Bangkalan dan tertarik. Sehingga berkenan hadir dalam lomba renang tradisional tersebut.
Dalam sambutannya, Menpora Imam Nahrowi mengatakan kehadirannya dalam lomba renang ini untuk mensupport para peserta, sehingga ke depannya di Bangkalan ini dapat muncul bibit perenang yang handal, yang nantinya dapat membela merah putih di kancah internasional.

Dalam lomba renang tradisional ini, ada dua kategori yang diperlombakan, yaitu kategori anak-anak dan kategori dewasa yang sama-sama menempuh jarak kurang lebih 50 meter, yang diikuti peserta dari berbagai daerah yang ada di Bangkalan.

Seperti yang disampaikan Faruk Ketua Panitia lomba, hal yang membedakan lomba renang ini dengan lomba renang biasanya, adalah diadakan di sungai yang berarus. Sehingga peserta yang menang benar-benar mempunyai fisik yang kuat. Selain itu pula, para peserta tidak diperkenankan memakai alat pengaman apapun seperti kacamata, namun hanya memakai celana pendek.

Tak ayal, lomba inipun menyedot banyak perhatian dari masyarakat setempat dan masyarakat dari luar yang penasaran dengan lomba ini. Sehingga pinggiran sungai penuh sesak dengan para penonton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here