SUMENEP-Rusmiayati warga miskin asal Desa Tanjung, Saronggi Sumenep, bersama warga lainnya, bekerja begitu antusias memilah-milah dan mengumpulkan rumput laut hasil panen milik pengusaha rumput laut warga setempat. Selain dijual, rumput laut hasil panen juga dibudidayakan lagi oleh para pengusaha rumput laut tersebut.
Bekerja sebagai kuli rumput laut, Rumsmiyati dan sejumlah pekerja yang lain, hanya mendapatkan bayaran Rp. 10.000 hinga Rp. 12.000 rupiah perharinya.Tergantung hasil sortir rumput laut yang dihasilkan para pekerja.
“Biasanya saya dan para pekerja lainnya hanya mendapatkan 10 hingga 12 tali yang disortir dengan bayaran Rp 10.000 hingga Rp.12.000. Sebab setiap satu tali rumput laut berukuran sekitar 7 meter yang dihasilkan hanya dihargai Rp. 1000 rupiah”. Terang Rusmiyati.
Lebih lanjut perempuan yang sudah setengah baya itu mengatakan, profesi sebagai kuli rumput laut terpaksa dia geluti, sebab tak ada pekerjaan lain selain pekerjaan itu. Selain itu, pekerjaan tersebut juga untuk membantu suaminya yang hanya bekerja sebagai nelayan dimana pendapatannya dalam sehari-hari sangat minim guna menghidupi keluaraganya.
Sementara, harga rumput laut saat ini sangat murah. Untuk rumput laut kering, dimana sebelumnya bisa dibandroldengan harga 14 ribu rupiah perkilo gram, kini turun menjadi 8 ribu rupiah perkilo gramnya. Sedangkan untuk rumput laut basah, sebelumnya dari 2000 rupiah, saat ini hanya bisa dijual seharga Rp. 1500 perkilo gramnya. Karennya turunnya harga tersebut dapat berpengaruh terharap ongkos para pekerja.
“saya dan para pekerja lainnya berharap harga rumput laut kembali stabil mas , sehingga ongkus kuli juga bisa naik”.pungkasnya.(SA/JMN)









