Sumenep – Sejumlah pengusaha budidaya ikan kerapu di pulau sapeken, kecamatan sapeken, kabupaten sumenep, cukup senang dan gembira. Pasalnya, ikan kerapu hasil karantina milik para pengusaha yang di dapatkan dari hasil tangkapan para nelayan dipulau tersebut, tembus hingga pasar mancanegara, dan harganya bernilai juataan rupiah perkilonya.
Pulau sapeken, Kabupaten Sumenep, merupakan salah satu kepulauan yang dikenal dengan habitat lautnya yang sangat melimpah. Salah satu jenis ikan laut yang paling banyak di pesan oleh pasar internasional yaitu ikan kerapu jenis tongsing. karenanya tak ayal jika para nelayan berlomba-lomba menangkap ikan jenis tersebut. namun demikian cara menangkapnya juga harus hati-hati, karena ikan jenis tersebut bisa bernilai tingga jika dijual dalam keadaan masih hidup.
Tak hanya itu, untuk keperluan penjualan, para nelayanpun tak dibuat pusing, di pulau sapeken ada tengkulak yang siap menampung hasil tangakapn para nelayan. Jika hasil tangkapan yang sudah dibeli dari para nelayan belum memenuhi standard untuk dijual, para tengkulak memeliharanyaatau dikarantina hingga memenuhi standar, agar harganya menjadi mahal.
Bahkan untuk menjaga kwalitas ikan kerapu, para tengkulak memeliharanya di tengah laut dengan menggunakan krambah apung. Untuk kemanan agar tidak hilang atau dicuri tangan jahil pengusaha ikan mahal ini harus menyewa orang untuk menjaganya, baik siang maupun malam dengan cara sift.
Jika ikan-ikan kerapu hasil karantina sudah besar dan masuk ukuran sekitar 0,3 ons, baru akan dikirim ke luar negeri seperti australia, filipina dan prancis melalui para pengepulnya di pulau dewata bali. Harganyapun bervariasi, ikan kerapu super jenis tongsing, berwarna merah tul tul hitam yang besarnya mencapai on harganya bisa mencapai jutaan rupiah perkilo. sedangkan ikan kerapu jenis lain, hanya tiga ratus sampai lima ratus ribu rupiah perkilo.
Harga ikan kerapu yang menjanjikan membuat banyak pengusaha keramba ikan kerapu saat ini bermunculan di puau sapeken. Namun sayang mereka tidak bisa menjual langsung hasil usahanya ke pasar internasional, sebab terkedala dana dan transportasi yang sangat terbatas, sehingga terlebih dahulu mereka harus menjualnya melalui para tengkulak kemudian dijual kepada pengepul di pulau dewata bali, dan akhirnya di kirim ke luar negeri. Para pengusaha keramba ikan kerapu berharap, pemerintah bisa membantu untuk menjual langsung ikan-ikan tersebut ke luar negeri sehingga hasilnya bisa lebih menjanjikan. (SA/JMNC)









