Sumenep, jtvmaduranews.com – Tidak hanya menyuguhkan kain yang bergambar saja, para pemuda, yang tergabung dalam, labatik.id, di Desa Pandian, Sumenep , Jawa timur, kreasikan Batik Tulis yang memiliki makna filososi sejarah setiap daerah, salah satunya merupakan, batik dengan motif Labeng Agung, yang bercerita mengenai Labeng Mesem, dan Masjid Agung Kabupaten Sumenep.
Kreasi karya Batik Tulis Tematik memiliki kepuasan tersendiri bagi konsumen, yang dapat menambah hubungan emosional yang kuat dengan apa yang dipakai, terkait destinasi budaya dan sejarah, pasalnya nilai-nilai sejarah dikalangan masyarakat sudah mulai terkikis, dari itu dikreasikanlah batik tematik untuk perkenalkan budaya dan sejarah agar selalu melekat.
“Nilai-nilai sejarah yang hari ini mulai terkikis bisa tersampaikan kepada anak-anak melenial, sehingga orang yang memakainya punya hubungan emosional dengan apa yang dia pakai, yang berkaitan denagan destinasi kedaerahan”. Kata Ahmad Fauzi, Pengrajin Batik
Setiap hasil karya yang dihasilkan juga dipromosikan melalui media sosial, yakni instagram, unggahan batik lengkap disertai keterangan filosofi batik itu sendiri, pihaknya juga menguploud video dan gambar, dari proses awal sampai akhir pengerjaan batik, untuk memberikan efek kepuasan kepada konsumen, dan dapat menghargai batik dengan layak sesuai proses pembuatannya, sampai saat ini pasaran sudah nasional serta permintaan setiap harinya bertambah.
Sementara, di Hari Batik Nasional ini, berharap kepada masyarakat khususnya kalangan pemuda dengan karya batik tematik ini untuk dapat mengetahui budaya dan sejarah daerah setempat , serta batik kedepannya akan selalu lestari serta beregenerasi. (wildan)









