SAMPANG, jtvmaduranews.com- Bupati Sampang Slamet Junaidi bertekad meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Sampang yang masih memperihatinkan karena menduduki urutan terendah di Jawa Timur. Karena itu, indikator IPM seperti pendidikan dan kesehatan akan digenjot hingga peringkat Sampang naik.
Tahap awal yang akan dilakukan yaitu membenahi di bidang pendidikan, dengan menyiapkan beasiswa bagi putra putri Sampang di berbagai jenjang pendidikan, hal ini untuk menekan angka putus sekolah.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan, beasiswa ini diperuntukkan untuk anak sampang yang tidak mampu serta yang berprestasi baik ditingkat internasional maupun regional.
“Program Beasiswa ini merupakan inisiasi kita untuk meningkatkan IPM Sampang supaya semakin meningkat,” ujarnya, Sabtu (05/06/2021).
Lebib lanjut, Bupati Slamet Junaidi menuturkan, bahwa program beasiswa sahabat (Sampang Hebat Bermartabat) itu, dalam rangka menjamin putra putri sampang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Program beasiswa nantinya ada berbagai macam, mulai dari prestasi, bidik misi, tuntas, Champion dan peduli,” terangnya.
Ia berharap dengan adanya beasiswa ini dapat menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing.
“Nantinya saya harap IPM di Kabupaten Sampang dapat keluar dari keterpurukan,” imbuhnya.
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sampang Heri Hardiyanto meyebut, rendahnya IPM Sampang itu dipengaruhi oleh tiga komponen meliputi Kesehatan, daya beli dan pendidikan.
Salah satu faktor utama, kata Heri adalah didominasi bidang pendidikan, sesuai data yang ada di BPS, anak putus sekolah ditingkat SMA masih tinggi.
“Angka partisipasi sekolah ditingkat sekolah dasar mencapai 99 %, tingkat SMP sekitar 85% sedangkan yang paling rendah di tingkat SLTA atau SMA sekitar 65%,” katanya
Menurut Heri, hal itu menjadi PR bagaimana supaya anak-anak bisa semuanya bersekolah.
“Kendalanya kita di tingkat SMA karena masih di angka 45 % anak-anak kita yang tidak lanjut sekolah,” ucapnya. (Muh/San).









