Pamekasan, jtvmaduranews.com – Beredarnya video viral yang direkam warga saat sejumlah ibu-ibu dan anaknya, menggelar unjuk rasa di sebuah Sekolah Dasar (SD) di  Desa Tebul Barat, Kecamatan Pengantenan, Kabupaten Pamekasan, viral di media sosial.

Ibu-ibu terlihat membawa anak mereka yang mengenakan seragam lengkap dan menyandang tas.

Ibu-ibu itu mendesak kepala sekolah memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah di tengah pandemi virus corona baru atau Covid-19, mereka tak ingin sekolah diliburkan terus menerus.

Sejumlah ibu-ibu yang menggelar demonstrasi terlihat ditemui salah satu guru dari sekolah tersebut.

Salah satu ibu bahkan mengancam akan mengeluarkan anaknya jika sekolah tak memulai aktivitas belajar mengajar. Ia akan memindahkan anaknya ke sekolah yang siap menggelar aktivitas belajar mengajar.

Menanggapi kejadia tersebut, kepala Dinas Pendidkan Akhmad Zaini menjelaskan memang banyak masyarakat meminta untuk dibuka kembali KBM tatap muka di sekolah.  

“Pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak bisa menyelenggrakan pembelajaran tatap muka karena mematuhi surat keputusan empat Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun 2020-2021 pada masa pandemi Covid-19, bahwa zona merah Covid-19 tidak diperkenankan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, sehingga saya tidak berani membuat keputusan diluar Perintah SKB tersebut,” kata Akhmad Zaini, Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan. 

Pihak dinas pendikan setempat akan berupaya untuk menindak lanjuti kejadian video tersebut. dan terus berupaya untuk mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan anak didik di kabupaten pamekasan di tengah pandemi Covid-19.(hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here