SUMENEP, jtvmaduranews.com – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak terhadap aktifitas masyarakat.

Salah satu dampak yang muncul kecendrungan sebagian masyarakat melakukan aktifitas bercocok tanam.

Baik itu yang melaksanakan Work From Home (WFH) ataupun dengan kondisi lainnya yang membuat masyarakat tidak bisa bebas keluar rumah dengan ditutup dan dibatasinya sejumlah fasilitas publik yang ada.

Tak sedikit masyarakat yang sudah mulai bosan dan bingung menjalani aktivitas terbatas dirumah saja.

Namun, hal ini tak berlaku untuk Dwi Artika salah satu warga masyarakat asal Kelurahan Bangselok, Sumenep, Madura yang menjadikan bertanam hias aglonema hobi  selama di rumah saja.

“Untuk mencari hiburan tidak harus keluar rumah, dengan cara berdiam di rumah sambil beraktifitas dengan hobinya itu juga mendukung upaya pemerintah,” ujar Dwi Artika, Sabtu (31/7/2021).

Dwi Artika mengatakan untuk mengantisipasi kejenuhan saat di rumah saat masa PPKM kali ini dengan bercocok tanam hias aglonema.

“Tanaman yang saya koleksi diantaranya red sumatera, attorium siri, free color, sultan brunai, redlegasi dan masih banyak yang lainnya,” katanya.

Meskipun harus mengeluarkan biaya hingga ratusan juta rupiah, menurut Dwi tidak merasa keberatan karena sudah menjadi hobi sejak dulu.

“Bercocok tanam hias sudah menjadi hobi saya sejak dulu, persoalan harga bukan menjadi sebuah kendala,” ungkapnya.

Ia mengaku untuk mendapatkan tanaman hias itu dengan melakukan transaksi dengan mengikuti pelelangan secara online, atau secara langsung mendatangi kebunnya.

“Kadang saya beli melalui online atau datang langsung ke tempat kebunnya,” pungkasnya. (Wild/San).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here