Ismail Hasyim : jmnc
Bangkalan – Untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan menanamkan rasa kepahlawanan dan kejuangan sebanyak 400 siswa siswi dan santri yang berasal dari smu dan sederajat yang ada di jawa timur mengarungi selat madura menggunakan kri dr Soeharso 990 selama tiga hari.
Karena untuk menanamkan nilai nilai kepahlawanan dan kejuangan tersebut tidak cukup dengan dialog dan seminar saja tetapi dibutuhkan cara yang baru dan berbeda sehingga generasi milenial ini dapat meresapi makna mendalam Hari Pahlawan dengan cara kekinian.
Selain diajak berlayar melintasi perairan Suramadu yang dilakukan sejak senin 30 oktober 2017 sampai dengan 1 nopember 2017 peserta jelajah kapal kepahlawanan ini diajak melakukan bhakti sosial yang diadakan di kecamatan kamal untuk menanamkan kepedulian mereka terhadap sesamanya.
Hotman direktur K2KRS Kemensos RI mengatakan jelajah kapal kepahlawanan ini mengumpulkan para pelajar sma, santri dan pramuka untuk memberikan bekal kebangsaan dan memberikan nilai nilai kepahlawanan dan setiap tahun kita memperingati Hari Pahlawan namun kita tidak mau peringatan Hari Pahlawan itu menjadi ritual tahunan atau seremonial tahunan namun kita harus menangkap esensinya dari nilai nilai kepahlawanan itu karena orang menjadi pahlawan itu bukan cita cita karena dari kecil tumbuh dan terasah insting dan nuraninya untuk melakukan hal hal yang lebih dari yang ditugaskan dan rela berkorban untuk masalah yang lebih besar yaitu demi bangsa dan negara alasan inilah kita mengadakan jelajah kepahlawanan untuk membuka mata kita bahwa kita adalah bangsa maritim dan pelaut yang tangguh.
Dengan mengusung tema perkokoh persatuan membangun negeri diharapkan generasi muda memiliki pemahaman dan lebih mengenal sejarah perjuangan bangsanya sehingga mereka tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa serta tergerak mengimplementasikan nilai nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari hari.









