Syaiful Anwar dan Muhammad Arif : jmnc
Aksi penolakan ini digelar di depan kantor BPRS Sumenep, Jawa Timur, oleh puluhan mahasiswa dari Forum Komunitas Mahasiswa Sumenep, mendapat pengawalan ketat oleh aparat kepolisian, mahasiswa menilai terdapat nepotisme dalam pengangkatan istri bupati sebagai anggota komisaris BPRS.
Koordinator aksi, Agus Wahyudi, mengatakan, pihaknya menolak atas pengangkatan istri bupati sebagai anggota komisaris, sebab hal tersebut sudah tidak sesuai dengan permendagri tahun 2006, bahkan hal tersebut dinilai ada nepotisme, sebab bupati telah mengangkat istrinya sendiri menjadi anggota komisaris BPRS.
Sementara, Direktur Utama BANK BPRS, Novi Sujatmiko, berdalih, proses pengangkatan istri bupati sebagai anggota komisaris sudah melalui tahapan dan proses, selama ini, pihaknya mengakui bahwa komisaris komisaris yang ada di BANK BPRS tidak satupun memiliki latar belakang di perbankan.
Setelah mendapatkan keterangan dari dirut BANK BPRS Sumekar, puluhan mahasiswa langsung membubarkan dirinya dengan tertib, bahkan mahasiswa berjanji akan kembali lagi turun ke jalan, menemui langsung Bupati Sumenep, untuk mempertanyakan permasalahan ini.









