Sumenep- Aksi unjuk rasa puluhan warga desa guluk-guluk, kecamatan guluk-guluk, kabupaten sumenep, d depan kejaksaan negeri setempat, tuntut segera mengusut tuntas penngelapan raskin, berlangsung ricuh, para pengunjung rasa membakar keranda mayat yang mereka bawa di tengah kerumunan massa, massa emosi karena tidak segera ditemui oleh kepala kejari.

kericuhan berawal saat ratusan massa yang mengatasnamakan forum masyarakat desa guluk-guluk, kecamatan guluk-guluk, kabupaten sumenep, meminta kepala kejaksaan negeri setempat segera menemui para pengunjuk rasa, namun, karena tidak segera ditemui, massa aksi emosi dan kesal, akhirnya membakar keranda mayat yang mereka bawa.

Akibatnya, kericuhan pun tidak dapat dihindari, sempat terjadi aksi saling dorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian yang mencoba memadamkan api, kericuhan berhasil reda setelah aparat kepolisian berusaha menenangkan para pengunjuk rasa, dan segera ditemui oleh ketua kejaksaan negeri.

Dalam aksinya, massa aksi menuntut kejaksaan negeri sumenep, segera mengusut tuntas dugaan penggelapan raskin yang yang dilakukan oleh kepala desanya, sebab dari jatah sebesar 24 ton 820 kilo perbulan, hanya di distribusikan dua kali dalam satu tahun, masing-masing lima kilo setiap masyarakat yang berhak menerima raskin.

Sementara, roch adi wibowo, kepala kejaksaan negeri sumenep, saat menemui langsung massa aksi, mengatakan, pihak sudah semaksimal mungkin melakukan sejumlah upaya dalam menangani kasus yang menjadi tuntunan warga tersebut, namun, saat ini kasus tersebut masih dalam proses menyelidikan, dan pengumpulan sejumlah bukti.  (Syaiful Snwar/jmnc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here