Sumenep, jtvmaduranews.com – Dalam upaya mengantisipasi penyebaran yang Covid-19, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan yang mendatangkan massa banyak seperti pengajian agama dan resepsi pernikahan, dan tidak pulang kampung, sebab banyak sekali warga Sumenep yang merantau ke luar kota bahkan keluar negeri.
Hingga sampai saat ini pemerintah setempat bekerja sama dengan pihak terkait lainnya, untuk tetap siaga mengantisipasi akan kedatangan masyarakat Sumenep yang dadakan dan tidak diketahui perkiraanya, bahkan pemerintah akan memperketat diwilayah terminal Sumenep dan area pelabuhan yang menuju kepulauan.
“Dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep, bukan untuk menghalang-halangin kepulangan masyarakat yang saat ini diluar kota.melainkan sebagai bagian pecegahan wabah Covid-19,” kata Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim.
Dalam kesempatan yang sama pula pihaknya menyampaikan bahwa tahun ini kementrian perhubungan telah mencabut program mudik gratis,dan tidak lain tujuannya pun sama agar masyarakat tetap berada ditempatnya masing-masing.
Pihaknya menambahkan, hingga saat ini kondisi diwilayah Sumenep masih aman serta tidak ada yang positif wabah Covid-19, hanya saja 690 orang masih ODR( Orang Dalam Resiko) dan 12 orang ODP( Orang Dalam Pemantauan) serta PDP ( Pasien Dalam Pemantauan ) tidak ada.(wildan)









