Bangkalan, jtvmaduranews.com – Berdasarkan data dari Dinkes Bangkalan pertanggal 22 Juni 2020, jumlah penderita terkonfirmasi positif Covid 19 di Kabupaten Bangkalan sebanyak 159 pasien dengan 45 pasien sembuh dan 26 pasien pasien positif Covid 19 meninggal , namun sampai saat ini belum ada wacana diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Bangkalan.

Bahkan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan sebanyak 16 kecamatan berada di zona merah kecuali Kecamatan Tanjung Bumi dan Kecamatan Konang , sedangkan Kecamatan Kota masih menjadi penyumbang terbesar penderita Covid 19 di Kabupaten Bangkalan sebanyak 40 pasien penderita terkonfirmasi positif Covid 19 diikuti Kecamatan Kamal sebanyak 16 pasien dan Kecamatan Burneh sebanyak 13 pasien.

“Physical Distancing dan berbagai iniovasi langkah langkah kuratif pencegahan Covid 19 terus dilakukan Pemerintah Daerah bersama Satuan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Bangkalan supaya penyebaran Covid 19 di Bangkalan dapat dicegah dan Kabupaten Bangkalan kembali menjadi zona hijau,” kata R Abdul Latif Amin Imron, Bupati Bangkalan (24/06/2020)

Bupati Bangkalan sekaligus Ketua Satuan Gugus Tugas Covid 19 juga menyampaikan meskipun saat ini jumlah penderita covid 19 di Bangkalan terus mengalami peningkatan namun belum ada wacana diberlakukannya PSBB di Bangkalan.

“Kami berharap PSBB tidak diberlakukan di Bangkalan karena saat ini Bangkalan masih berada di zona resiko tinggi dan sedang dan masih banyak Kajian-kajian yang harus dilakukan sebelum diberlakukannya PSBB,” kata AKBP Rama Samtama Putra, S. IK., M.H., M.SI.

Dengan aplikasi bangkalan anti Covid 19 analisa tracking dan informasi yang diluncurkan hari ini di Command Centre Polres Bangkalan dapat membantu pemerintah daerah dan Satuan Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Bangkalan dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Bangkalan.(sahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here