Bangkalan, jtvmaduranews.com – Kondisi banjir di Kecamatan Blega dini hari tadi, dimana arus air yang mulai masuk ke empat desa terdampak yakni Desa Kajjan, Desa Blega, Desa Karang Panasan dan Desa Nyormanes semakin malam arusnya semakin deras dan ketinggian air semakin tinggi mencapai sepinggang orang dewasa.

Banjir yang diperkirakan merupakan banjir terbesar dalam beberapa bulan terakhir ini selain mengakibatkan jalan akses nasional Bangkalan Sampang, fasilitas umum dan fasilitas publik terendam air juga mengakibatkan sebanyak 2476 KK di empat desa terdampak terendam banjir.

Derasnya arus air juga mengakibatkan arus lalu lintas baik dari arah Bangkalan maupun arah Sampang tadi malam sempat tersendat dimana antrian kendaraan besar baik roda empat, truk,bus mencapai kurang lebih 5 kilometer baik dari arah bangkalan maupun sebaliknya.

“Air mulai masuk kepemukiman dan jalan raya sekitar pukul 10 malam dan dini hari tadi air semakin deras dan semakin tinggi, yang mengakibatkan 2476 kk di empat desa terdampak namun berkat kesigapan warga dan aparat tidak ada korban jiwa dalam perististiwa ini ataupun proses evakuasi,” kata Risal Morris , kepala pelaksana BPBD Kab. Bangkalan

Banjir Blega yang diakibatkan daya tampung sungai blega tidak mampu menampung kiriman air dari daerah Kokop Galis,Konang dan Galis mulai berangsur surut sekitar pukul 10 pagi tadi dan arus lalu lintas kembali berjalan normal.

“Banjir di Blega ini menyebabkan akses jalan masuk ke perumahan yang ditempatinya juga terendam banjir bahkan ada sekitar 20 rumah tetangganya yang kebetulan letaknya tidak terlalu tinggi juga yerendam banjir,” kata Elly Suroto , salah satu warga yang dihubungi via videocall WA. (sahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here