Sumenep, jtvamaduranews.com – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melalui media sosial menginformasikan terjadinya fenomena gerhana bulan total pada Rabu (26/052021). Gerhana Bulan atau Super blood moon itu akan berlangsung sekitar pukul 18.18 WIB.
Dengan datangnya peristiwa yang disebut juga khusuful qamar itu, tak heran jika fenomena alam terbilang langkah itu juga membuat sebagian masyarakat berspekulasi, hingga menjadikannya sebagai mitos yang mewarnai kejadian tersebut.
Mitos yang beredar pun banyak yang menganggap bahwa gerhana bulan adalah fenomena yang menakutkan, khususnya di Kabupaten Sumenep, mitos yang beredar. Yakni, dikaitkan dengan adanya kematian seseorang, wanita hamil harus masuk kolong tempat tidur sambil menggigit pisau sampai gerhana usai, membunyikan kentongan, memakan gula aren dan kelapa, membangunkan hewan ternak, serta beberapa mitos lainnya yang beragam di setiap daerah.
Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Sumenep K. Mohammad Fathor Rois menegaskan, gerhana bulan murni merupakan fenomena alam, tidak ada kaitannya dengan mitos yang berkembang di masyarakat.
“Gerhana bulan maupun gerhana matahari asli adalah fenomena alam saja, jadi tidak ada hubungannya dengan mitos-mitos yang dipercaya oleh sebagian masyarakat,” katanya, Rabu (26/05/2021).
Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan adanya gerhana bulan. Jadikan fenomena alam tersebut sebagai media ber-muhasabah dan mengintropeksi diri untuk lebih baik lagi kedepannya.
Selain itu, juga memperbanyak amalan saat adanya gerhana bulan atau gerhana matahari untuk senantiasa dijadikan sarana dalam meningkatkan ibadah.
“Perhatian kita harus difokuskan kepada perintah dan ajaran Islam yang dianjurkan. Diantaranya, melakukan shalat gerhana, bersedekah, tobat dari maksiat, memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar,” pungkasnya. (Wild/San)









