Usai penutupan lokalisasi dolly oleh pemerintah Surabaya, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan melalui Dinsos (dinas sosial) setempat melakukan razia di tempat-tempat yang berpotensi menjadi tujuan eksodus para pekerja seks komersial eks dolly. Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polisi, TNI, dan Dishub menyasir warung remang-remang yang banyak terdapat di sepanjang akses Suramadu.

Puluhan petugas dari tim gabungan ini melakukan razia mulai dari Kamis malam (19/06). Razia yang dilakukan selang sehari pasca penutupan kawasan lokalisasi dolly ini guna mengantisipasi eksodus para pekerja seks komersial eks lokalisasi dolly ke Kabupaten Bangkalan. Sebab, mengingat kota Bangkalan yang berdekatan dengan Surabaya yang artinya memiliki potensi tinggi menjadi kawasan eksodus para PSK dolly.

Kendati tak menemukan satupun PSK dolly, tim gabungan tetap mengingatkan kepada para pemilik warung untuk tidak mudah menerima pekerja baru yang tidak jelas asal-usulnya. Menurut Bambang Setiawan kepala Satpol PP (Kasatpol PP), hal ini dilakukan guna menghindari kemungkinan PSK dolly, namun demikian sedikitnya 7 anak jalanan turut diamankan dalam operasi tersebut karena dianggap melanggar Perda (peraturan daerah) setempat. Ketujuh anak jalanan yang sebagian diantaranya dari luar Madura ini didata oleh pihak Dinsos untuk kemudian diberi pembinaan. (Buyung Pambudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here