Sumenep – Seorang balita dari keluarga miskin asal Sumenep, menderita kaki membengkak,, akibatnya korban seringkali merengek kesakitan. Karena terkendala biay., Orang tua korban tak kunjung membawanya ke rumah sakit, namun, dengan berbekal kartu badan penyelenggara jaminan sosial, korban akhirya di bawa ke rumah sakit daerah moh. anwar sumenep untuk di periksa.
Sungguh malang nasib Alfarisi, balita berusia lima bulan, asal Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten sumenep, Ia harus menanggung sakit, akibat kakinya terus membengkak sejak sebulan lalu. Bahkan kini ia harus di bantu orang lain untuk menggerakkan kakinya yang terus membesar, dan sesekali ia terlihat menangis karena kesakitan.
Orang tua korban mengaku tidak tahan melihat buah hatinya terus menerus menangis karena merasa kesakitan. Bahkan balita yang masih berumur lima bulan tersebut, sering kali tidak bisa tidur semalam suntuk, karena menangis kesakitan akibat penyakit yang di deritanya.
Maksud hati orang tuanya ingin membawa balita malang tersebut berobat ke rumah sakit, namun karena terkendala biaya pengobatan, penderita hanya dua kali di periksa ke dokter anak swasta dan di sarankan untuk di bawa ke rumah sakit di Surabaya. Merasa tidak tahan melihat penderitaan anaknya, akhirnya dengan berbekal kartu miskin atau badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS), keluarganya membawa nya ke RSUD setempat.
Setelah beberapa saat ia di rumah sakit, pihak rumah sakit mengaku masih akan melakukan pemeriksaan terhadap balita malang tersebut, namun dugaan sementara, penyakit yang diderita Alfarisi, merupakan penyakit kaki gajah atau penyakit kelainan pada bagian kakinya sehingga menyebabkan kakinya membengkak. Jika ternyata pihak rumah sakit tidak mampu menanganinya, penderita rencananya akan di bawa ke rumah sakit dr soetomo surabaya.
Keluarga Pasien berharap, ada pihak terkait atau pemerintah bisa membantu biaya pengobatanan anaknya serta biaya hidup keluarganya selama menjelani pengobatan di rumah sakit tempat korban akan menjalani perawatan sampai korban sembuh. (Syaiful Anwar,JMC)









