Ismail Hasyim dan Moch Sahid : jmnc
Situasi keamanan di Pondok Pesantren Syaikhona Cholil Bangkalan, yang semakin diperketat, terkait dengan teror yang akhir akhir ini menimpa Ulama dan pengasuh pondok pesantren yang ada di Jawa Timur Maupun di Jawa Barat.
Setiap pintu masuk maupun pintu keluar pondok pesantren, dijaga kurang lebih 5 sampai 7 Santri, yang berjaga secara bergantian, dan selalu mewaspadai setiap orang yang masuk ke pondok pesantren, terutama yang mau menemui pengasuh pondok pesantren.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi terhadap Ulama maupun pengasuh pondok pesantren, seperti yang terjadi terhadap Ulama maupun pengasuh pondok pesantren di daerah Jawa Timur maupun Jawa Barat.
KH Nasih Aschal , Pengasuh Ponpes Syaikhona Kholil Bangkalan mengatakan. Isu teror ini menjadi perhatian di banyak pesantren termasuk di pesantren ini, dan kami harus memperhatikan dan harus mewaspadai, sehingga praktis kami semakin memperketat pos pos keamanan kita, dan semoga ke belakang ini tidak terjadi apa apa baik di pesantren ini maupun di pesantren pesantren yang lain.
Sedangkan Anisullah M Ridha, Kapolres Bangkalan Mengatakan. Mengantisipasi kemungkinan terjadinya teror terhadap Ulama maupun kiai di Bangkalan, Polres Bangkalan akan secara aktif melakukan komunikasi dengan para pemuka agama maupun pimpinan pondok pesantren, sedangkan realisasi yang dilakukan di lapangan, adalah seluruh anggota yang melaksanakan patroli, diperintahkan untuk sholat berjamaah ,apabila sudah memasuki waktu sholat, di masjid masjid maupun pondok pesantren terdekat, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi di tempat ibadah tersebut.
Sedangkan saat ini Polres Bangkalan, sedang berkordinasi dengan dinas sosial Kabupaten Bangkalan mapun instansi terkait, untuk melakukan razia, ataupun pendataan terhadapa pendatang yang tidak jelas, atau terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.









