Muhammad Arif : jmnc
Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlemen, berorasi di depan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dengan mempertanyakan kesiapan Visit Sumenep 2018, yang selama ini pemerintah setempat masih belum siap untuk mengsukseskan hal tersebut.
Bertepatan dengan kalender 2018, Sumenep akan menjadi objek kunjungan bagi para wisatawan mancanegara, maupun wisatawan nusantara, berbagai Event sudah dilakukan, namun dalam hal menyokong kesuksesan Visit Sumenep 2018, seperti infrastruktur, sarana dan prasarana, transportasi dan koordinasi terhadap masyarakat, para tokoh dan OPD, justru tidak dihiraukan oleh pemerintah setempat.
Sementara, Mahfud, Koordinator Aksi, mengatakan, pemerintah sampai saat ini dinilai tidak siap dalam menyokong Visit Sumenep 2018, terbukti dilapangan terdapat banyak temuan, dari segi transportasi, saranan prasarana dan infrastruktur yang kurang memadai, bahkan pihaknya menilai Sumenep tidak siap untuk menjadi tuan rumah Visit Sumenep 2018, sebab legitimasi hukumnya masih belum ada.
Dengan bentuk kekecewaan karna tidak ditemui oleh Bupati Sumenep, puluhan aktivis membuka baju yang dikenakan, selanjutnya membubarkan dirinya dengan tertib, dan berjanji akan kembali lagi dengan massa yang lebih banyak.









