Moh. Hasan : jmnc

Produksi Batik pamekasan dalam 5 tahun terakhir turun hingga 75 persen. penurunan itu selain tidak didukung oleh kebijakan pemerintah setempat seperti pada tahun-tahun sebelumnya, juga karena daya beli masyarakat semakin menurun. perajin berharap kebijakan pemerintah daerah kembali berpihak kepada perajin yang berbasis ekonomi kerakyatan. Sehingga kesejahteraan perajin terus mengalami peningkatan.

Menurut Haji Fauzi perajin sekaligus pengusaha Batik, Kampung Banyumas Desa Klapar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. mengatakan turunnya Produksi Batik di Kota Gerbang Salam itu karena tidak didukung oleh kebijakan pemerintah daerah setempat.

Ia mencontohkan tidak seperti batik Kota Jogja dan Solo serta kawasan Jawa Tengah lainnya yang justru semakin tumbuh subur dan semakin berkembang tidak seperti batik pamekasan yang semakin hari semakin redup.

Kondisi tersebut, menurutnya tentu menjadi sinyal yang tidak baik bagi kelangsungan produksi batik pamekasan. dimana mayoritas warga di Desa Klampar merupakan perajin batik yang menggantungkan mata pencahariannya pada kerajinan tersebut.

Dalam kesempatan itu ia berharap kebijakan pemerintah daerah kembali berpihak kepada perajin yang berbasis ekonomi kerakyatan sehingga tingkat kesejahteraan perajin nasib mereka kembali terangkat.

Sementara Angoota Komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan. Harun Suyitno menyayangkan anjloknya produksi tersebut. karena di Dinas terkait ada dana regulasi untuk Batik , dana pengembangan batik , dan dana promosi Batik .

Politisi PKS tersebut berharap ada langkah praktis untuk menanggulangi anjloknya Produksi tersebut.

Sementara dari pihak Komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan, dalam waktu dekat akan memanggil Dinas terkait. untuk mengetahui sebab ajloknya produksi batik di pamekasan .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here