PAMEKASAN, jtvmaduranews.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Al Falah (STAIFA) Pamekasan menggelar wisuda Sarjana ke-3 di Ballroom Azana Hotel Syle Madura, Minggu (9/11/2025).
Dalam Puncak Resepsi Wisuda Sarjana ke-3 tersebut, STAIFA Pamekasan memberikan penghargaan berupa uang pembinaan dari kampus dan beasiswa S2 dari alumni Pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam, yakni H. Khairul Umam, CEO PT Bawang Mas Group kepada empat wisudawan terbaik, sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi akademiknya.
Empat wisudawan terbaik yang menerima penghargaan itu terdiri dari satu wisudawan terbaik kampus dan tiga terbaik dari masing-masing program studi (Prodi).
Dalam sambutannya, Ketua STAIFA Pamekasan K. Moh. Syairozi menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan atas capaian para lulusan yang telah menuntaskan perjuangan panjang mereka dalam meraih gelar sarjana.
“Hari ini adalah hari penuh makna. Di dalamnya terdapat harapan yang diselimuti kebahagiaan. Kita berkumpul dalam suasana haru dan bangga untuk menyaksikan momentum bersejarah ini,” tutur Ketua STAIFA Pamekasan.
Ia menegaskan bahwa setiap wisudawan datang ke kampus dengan membawa mimpi besar dan cinta untuk membahagiakan orang tua. Setelah melalui perjuangan panjang, kini mereka pulang membawa kebanggaan, prestasi, dan capaian yang patut disyukuri.
“Para wisudawan wajib bersyukur kepada Allah atas prestasi ini. Tidak semua orang mampu bertahan dan berkomitmen hingga meraih gelar sarjana. Kalian adalah orang-orang hebat karena telah berhasil menaklukkan musuh terbesar, yaitu rasa malas,” ujarnya.
Namun, Ketua STAIFA juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis finis dari perjalanan panjang dalam menuntut ilmu. Sebaliknya, gelar sarjana justru menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang di masa depan.
“Gelar sarjana bukan tanda bahwa kalian telah selesai belajar. Tapi justru menjadi motivasi bahwa kalian siap untuk terus belajar lebih banyak lagi,” tegasnya.
Sementara CEO PT Bawang Mas Group, H. Khairul Umam mengatakan, langkahnya memberikan beasiswa bukan semata penghargaan atas prestasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk melahirkan generasi yang bermanfaat.
“Yang penting, bagaimana caranya kita bisa bermanfaat buat orang lain,” katanya.
Ia berharap, para penerima beasiswa kelak tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang menginspirasi dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan nanti mereka bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya. (*/Hsn).









