Sumenep, jtvmaduranews.com – Video  yang viral, berdurasi 01.32 menit, video  tersebut viral sejak beberapa hari lalu,  yang  disebarkan di jejaring media sosial facebook,  dan juga ada yang membagikan ke grup whatsap.

Dalam video tersebut salah seorang oknum TKSK meminta warga penerima bantuan pangan non tunai atau BPNT, di salah satu e-Warung di Desa Pragaan Laok Kecamatan Pragaan, agar mengaku telah menerima beras seberat 10 kilogram, bila nantinya ada orang yang bertanya.

Bahkan dalam video tersebut oknum TKSK mengatakan kepada penerima yang mayoritas kaum ibu-ibu, bahwa beras yang disalurkan itu merupakan kualitas jenis medium, sebab kalau kualitas premium tidak layak untuk  orang miskin, melainkan untuk orang kaya.

Dari beredarnya video tersebut, kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Moh Ikhsan, membenarkan, dan mengumpulkan semua TKSK Sekabupaten Sumenep, termasuk oknum yang diduga terlibat untuk mengklarifikasi atas kejadian tersebut.

“Dalam hasil klarifikasinya, yang bersangkutan, mengaku guyon dalam video yang viral tersebut,” kata Moh Ikhsan

Selain memberikan teguran kepada yang bersangkutan, agar tidak mengulangi lagi, juga meminta agar semua petugas tidak bermain-main atau mengambil kesempatan dalam program tersebut, sebab bila melakukan perbuatan melawan ketentuan berlaku, maka pihaknya akan menindak dengan tindakan yang lebih tegas lagi. (wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here