Moh. Hasan : jmnc

Moh. Ainul Yaqin umur 16 tahun seorang remaja Pamekasan yang harus memilih untuk berhenti sekolah karena terkendala biaya.

Remaja yang seharusnya mengenyam pendidikan dan bermain dengan teman temannya. dia harus memilih berhenti sekolah karena dia harus bekerja menjadi pemulung untuk menyambung hidup dalam sehari hari.

Pemuda yang akrab dipanggil Ainul ini ditingal mati oleh bapaknya yakni Ahmadi semenjak dia masih duduk di kelas 1 SMP. Sementara ibunya, yakni Kamariyah hilang entah kemana. Ibu kandungnya pergi dari rumah sejak suami tercintanya meninggal dunia.

Remaja yang hidup sebatang kara ini harus tinggal di  rumah berdinding  tanpa pelapis, atap rumah hampir ambruk, banyak yang bolong.

Dalam rumahnya hanya ada satu lemari  dan kursi reyot sebagai tempat satu satunya untuk tidur selepas pulang kerja.

Tidak hanya itu, untuk makan setiap harinya, selain dari hasil uang kerja yang tidak seberapa. remaja ini dibantu oleh warga sekitar yang ikut prihatin dengan kondisi yang dialaminya.

Warga sekitar berharap remaja ini mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here