Sebanyak 250 anak yatim dan kaum dhuafa buka puasa bersama takmir masjid di Masjid Jamik Kabupaten Sumenep. Tak hanya itu, mereka juga berebutan zakat fitrah dan uang dari takmir masjid tersebut. Kegiatan berbagi dengan anak yatim ini ternyata setiap tahun dilakukan, namun tahun ini takmir masjid mampu mengumpulkan uang dan zakat fitrah dari donator untuk diberikan kepada anak yatim dan dhuafa.
Ketua takmir Masjid Jamik yakni Husin Satriawan mengaku sangat bersyukur masih banyak donatur yang mau menyalurkan zakat fitrahnya melalui masjid tersebut. Pihaknya berharap pada tahun depan nanti pembagian zakat fitrah atau uang kepada anak yatim lebih meningkat lagi dibandingkan tahun ini. Berdasarkan sejarah, Masjid Jamik dibangun oleh pangeran nata kusuma alias Panembahan Somala pada tahun 1762. Masjid ke dua di Sumenep ini memiliki keistimewaan dalam gaya arsitektur bangunannya yakni dipengaruhi arsitektur arab, Persia, Jawa, India, dan Cina. Hal ini dapat dilihat dari kubah kecil di puncak bangunan, di sudut kanan-kiri halaman masjid yang mewakili arsitektur Arab-Persia. (Roni Hartono)









