Sebanyak 64 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Sumenep dilanda kekeringan. Dari 17 kecamatan yang rawan kekeringan yakni paling parah terjadi di Kecamatan Batu Putih dan Saronggi. Hal ini terjadi karena setiap musim kemarau sumur yang berada di 17 kecamatan tersebut tidak lagi mengeluarkan sumber mata air, akibatnya warga harus menunggu dan antri berjam-jam untuk mendapatkan air bersih yang merupakan bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Seperti yang dikatakan kepala bidang (Kabid) kesiapsiagaan dan pencegahan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Sumenep yakni Syaiful Arifin, berdasarkan data yang dimilikinya ada 64 desa yang rawan kekeringan yang tersebar di 17 kecamatan dan saat ini pihaknya sudah mulai berkordinasi dengan PDAM untuk mendistribusikan air bersih ke desa yang dilanda kekeringan tersebut.
Pihaknya menambahkan, kekeringan maupun kekurangan air bersih merupakan siklus alam yang terjadi setiap kali musim kemarau tiba. Oleh karena itu, BPBD telah membuat beberapa langkah antisipasi diantaranya pembuatan embung atau tempat penampungan air hujan di beberapa daerah rawan kekeringan. (Roni Hartono)









