Muhammad Nasiruddin warga asal Desa Sera Timur, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep merupakan Guru Agama dibidang Qiroah atau Musabaqoh Tilawatil Quran di salah satu lembaga pendidikan swasta kabupaten setempat. Meski ia menyandang tuna netra namun semangat untuk menyalurkan ilmunya terus ia geluti di berbagai lembaga pendidikan swasta.

Dengan ketekunan terus menyalurkan ilmunya untuk mengembangkan seni Qori’ dikalangan siswa khususnya di lembaga pendidikan swasta maupun pesantren di daerah dimana ia tinggal, karena kondisi fisiknya yang cacat setiap kali mengajar ia harus diantar jemput oleh pihak lembaga pendidikan tempat ia mengajar. Selain menjadi guru qori’ dan juga guru ngaji muhammad Nasiruddin telah banyak menorehkan berbagai prestasi, ia berulangkali membawa nama harum kota Sumekar dengan menjuarai berbagai perlombaan Musabaqoh Tilawatil Quran baik di tingkat local, regional maupun nasional bahkan yang lebih menakjubkan meski ia tidak bisa melihat ia hafidz Al-Quran 30 juz.

Namun sayang, meski ia telah menorehkan berbagai prestasi serta tekun menjadi pendidik puluhan tahun lamanya ia tetap saja masih menjadi guru honorer dan tidak diangkat menjadi PNS seperti yang didambakan banyak orang. Namun hal itu tak membuat semangatnya menjadi pudar sebab ia meyakini dengan ketekunan dan potensinya di bidang seni qori’ ia bisa menyalurkan ilmu untuk generasi selanjutnya. (Syaiful Anwar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here