Sumenep, Puluhan mahasiswa yang terhimpun dalam forum kominikasi mahasiswa sumenep (FKMS) diamankan oleh pihak kepolisian saat melakukan aksi unjuk rasa dalam upacara hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745.

Seluruh pengunjuk rasa yang diamankan oleh petugas diangkut menggunakan mobil Boks Polisi.

Aksi kericuhan berawal saat polisi hendak membubarkan paksa aksi mahasiswa, para mahasiswa berusaha memasuki arena upacara tersebut bahkan aksi pembubaran ini diwarnai aksi pemukulan oleh oknom pejabat yang mengenakan pakaian daerah yang ikut upacara terhadap mahasiswa.

Sutrisno selaku Korlap aksi mengaku kecewa terhadap oknom pejabat melakukan tindakan kekerasan, padahal mahasiswa hanya menyampaikan aspirasnya menyangkut banyaknya persoalan di Kabupaten Sumenep diantaranya pelayanan kesehatan yang buruk, pendidikan yang masih bobrok dan infrastruktur maupun pelayanan publik lainnya yang masih amburuadul.

Mahasiswa menuding apa yang ditampilkan di hari jadi sumenep tidak seperti terjadi dalam tataran praksisnya.

Aksi tindakan kekerasan tersebut pendapat perhatian khusus dari anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep yakni Darul Hasyim Fath mengatakan bahwa tindakan anarkisme dinilai tidak dibenarkan di era demokrasi seperti sekarang apalagi dilakukan oleh oknum pejabat pemerintah.

Ketua komisi A Dprd Sumenep ini juga meminta pihak inspektorak segera memanggil pelaku yang diduga melakukan tindakan kekerasan tersebut sebab tindakan kekerasan tersebut merupakan tindakan yang sangat berlebihan. (Syaiful Anwar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here