PAMEKASAN- Sesosok mayat perempuan ditemukan warga Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Senin (11/5). Mayat itu ditemukan dalam kondisi mengapung di pesisir desa itu oleh nelayan yang baru pulang dari melaut.
Saat ditemukan, janazah tersebut dalam kondisi tengkurap dengan mengenakan sarung dan baju motif kembang warna merah jambu.
Warga dibantu petugas kepolisian segera membawa mayat itu ke Rumah Sakit Umum Pamekasan untuk dilakukan otopsi.
Tidak seorangpun warga di Branta Tinggi yang mengaku mengenal mayat perempuan yang diperkirakan berusia 55 tahun tersebut. Apalagi tidak ada petunjuk identitas apapun di tubuh mayat itu.
Namun, diperkirakan wanita tersebut adalah warga luar Desa Branta Pesisir dan megnalami gangguan jiwa. Sebab, pada Minggu (10/5) malam, seorang warga setempat yang tidak mau identitasnya disebutkan, mengaku melihat seorang wanita tua berjalan ke arah pantai sambil bicara sendiri.
“Tadi malam saya melihat ada wanita berjalan ke arah selatan sambil bicara sendiri. Kemungkinan, dia adalah wanita ini,” kata pria paroh baya itu sambil menunjuk ke mayat tersebut.
Kepada wartawan, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres, Ajun Komisaris Bambang Wijaya, mengatakan belum bisa memastikan penyebab kematian jenazah tersebut dan identitasnya.
“Kami juga tidak bisa memastikan apakah dia mengidap gangguan jiwa atau tidak. Sebab, sampai saat ini belum ada indikasi apapun yang menjadi petunjuk,” katanya.
Untuk sementara, jelas Bambang, polisi menunggu hasil otopsi rumah sakit serta menunggu adanya laporan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Sampai saat ini, jenazah wanita itu masih disemayamkan di Ruang Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Umum Pamekasan. Polisi mempersilakan warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melihat di rumah sakit.









